Cerita Tentang Tumbuhnya Fanatisme Agama di India

Sebuah petunjuk mengenai bagaimana tumbuhnya fanatisme agama di India yang dijelaskan dalam suatu cerita

Ini adalah cerita yang tersebar dari mulut ke mulut, mengenai suatu komunitas di India, negara dimana Hindu adalah kaum mayoritas dan Islam adalah kaum minoritas. Meskipun begitu, cerita ini hanyalah merupakan gambaran besar saja. Ganti orang, ganti tempat, dan ganti agama yang ada di cerita dan jalan cerita yang akan terjadi akan tetap relevan.

Si Pengusaha

Raj menjalankan bisnis dengan sekitar 40 karyawan di sebuah kota di Kerala di India selatan. Ayahnya mendirikan bisnis setengah abad yang lalu di sebuah bangunan berusia 75 tahun milik ibu Raj. Struktur ini adalah bagian dari deretan bangunan di kota yang semuanya berdempetan satu sama lain, karena dibangun di era di mana aturan bangunan tidak ada. Ayah Raj adalah orang yang ramah dengan sifat membantu, dan kedermawanannya membantu menciptakan banyak niat baik untuk bisnis ini. Raj mewarisi bisnis, dibangun di atas dasar yang kuat, membuat inovasi, dan mengubahnya menjadi usaha yang berkembang.

Masyarakat Harmonis

Negara bagian Kerala memiliki sejarah sebagai tempat di mana banyak komunitas dan agama hidup berdampingan secara harmonis. Santo Thomas diyakini telah pindah ke Kerala dan menjalani kehidupannya di sini, meninggalkan komunitas Kristen miliknya. Demikian juga Muslim dari Timur Tengah telah berdagang di sepanjang pantai laut Kerala selama berabad-abad. Orang Hindu adalah mayoritas tetapi mereka sendiri terbagi atas dasar kasta. Semua kelompok dan sub-kelompok ini berinteraksi secara komersial dan politik. Namun secara budaya, ada banyak perbedaan dan interaksi sosial terbatas di luar kelompoknya masing-masing.

Petrodolar1

Di masa ketika ayah Raj hidup, daerah itu dulunya adalah daerah yang mayoritas penduduknya beragama Hindu dengan kaum minoritas Muslim bertempat tinggal di kantong-kantong (area) kecil. Sekitar masa itu, banyak orang yang bermigrasi ke Teluk untuk bekerja. Teluk adalah istilah untuk negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, UEA, Kuwait, Muskat, Bahrain, Yaman, Irak dan Iran. Meskipun hidup sangat sulit di Teluk yang panas dan gersang, iming-iming pendapatan petrodolar yang lebih tinggi menarik banyak orang.

Harga Properti Melunjak

Sebagian besar dari pekerja migran ini adalah Muslim India karena mereka merasa betah dalam budaya Timur Tengah yang berbasis Islam. Uang yang mereka hasilkan di sana masuk kembali ke Kerala, terutama untuk membeli properti. Akibatnya, harga tanah melonjak. Transaksi jual beli properti menggunakan uang petrodollar juga banyak dilakukan dan hal tersebut menjadikan harga jual tanah naik lebih dari harga resminya.

Kembalinya Praktisi Purdah2

Pemilik tanah yang beragama Hindu di daerah tempat tinggal Raj merasa sulit untuk menahan godaan untuk mengambil petrodolar sebagai imbalan atas tanah mereka. Kemakmuran menyebabkan ledakan populasi, terutama di kalangan Muslim di mana keluarga besar adalah norma. Dalam beberapa dekade, daerah itu secara bertahap menjadi daerah yang didominasi oleh Muslim. Dalam beberapa hal, perubahan itu sangat terlihat karena para wanita Muslim dari generasi sebelumnya menggunakan 'pallu' dari pakaian mereka untuk menutupi kepala mereka ketika berada di luar ruangan. Sedangkan banyak wanita Muslim dalam generasi saat ini mengenakan purdah hitam untuk seluruh tubuh, kemungkinan dipengaruhi oleh orang-orang yang kembali dari negara-negara Teluk seperti Saudi di mana wajib untuk mengenakan purdah.

Israelisasi

Setelah Perang Dunia II, orang-orang Yahudi membeli tanah dari orang-orang Arab di Palestina dan mengubahnya menjadi negara yang mayoritas penduduknya adalah orang Yahudi. Kesamaannya jelas. Israel adalah upaya terencana yang didukung oleh orang-orang Yahudi kaya dari seluruh dunia. Pertanyaannya adalah apakah ini juga direncanakan, dan jika demikian, siapa yang mendukungnya?

Koeksistensi yang Toleran

Orang-orang Hindu, yang tetap tinggal di daerah itu, beradaptasi. Secara sejarah, mereka adalah komunitas yang sangat toleran. Raj segera memiliki lebih banyak karyawan Muslim daripada Hindu, dan dia tidak berpikir itu masalah besar, karena sebagian besar perusahaan di kota itu sekarang Muslim.

Tetangga

Di salah satu sisi rumahnya, Raj memiliki tetangga Muslim dimana keluarganya telah tinggal selama setengah abad terakhir. Kedua keluarga tersebut hidup berdampingan dengan damai meskipun tidak ada interaksi di antara keduanya. Tetangga itu bekerja di Teluk, dan merenovasi rumahnya menjadi sebuah gedung komersial. Sementara itu Raj juga merenovasi rumah tuanya, dan mengubahnya menjadi tempat dengan kantor di depan dan rumahnya di belakang.

Permasalahan Kecil: Gerbang

Raj dan rumah tetangganya dipisahkan oleh tembok kuno yang dibangun di tanah Raj. Suatu hari, Raj memperhatikan bahwa tetangganya telah membangun gerbang baru dengan menempelkannya di dinding Raj, yang tidak dirancang untuk ditambah beban seperti itu. Raj dengan sopan memberi tahu tetangganya bahwa hal tersebut tidak dapat diterima, dan harus membangun gerbang di tanahnya sendiri. Tetangga itu mengabaikan Raj meskipun sudah berulang kali berusaha untuk menyelesaikan masalah ini.

Keterlibatan Polisi

Raj terpaksa untuk melapor ke pihak berwenang, yang kemudian menganjurkannya untuk mendaftarkan keluhan ke polisi, dan jika perlu, untuk mengajukan gugatan hukum. Yang mengejutkan Raj, inspektur polisi ternyata menolak untuk menerima pengaduan. Saat itulah Raj sadar bahwa inspektu polisi tersebut adalah seorang Muslim, dan secara sepihak membela sesama pemeluk agamanya tanpa memperdulikan benar atau salah.

Mentalitas Terkepung

Raj tidak bisa tidur malam itu. Untuk pertama kaliny dia menyadari bahwa ia sekarang menjadi minoritas di lautan umat Islam. Dia pernah tumbuh di sekolah asrama dan mengenali perilaku bullying ketika dia melihatnya. Raj tahu bahwa jika sekali menyerah pada pelaku bully, ia akan di-bully terus menerus, dan semua yang dimiliki akan menjadi milik pelaku bully. Hanya ada dua cara untuk bertahan hidup: pergi ke pihak berwenang dan mengajukan keluhan resmi, atau bergabung dengan kelompok saingan atau oposisi. Dan Raj sudah mencoba rute otoritas tanpa hasil.

Nasionalis Hindu

Shiv Sena awalnya adalah organisasi keagamaan Hindu yang berbasis di negara bagian barat Maharashtra. Mereka dikenal bersikeras bahwa negara bagian Maharashtra adalah milik orang-orang yang berbahasa Marathi. Mereka tidak ragu menggunakan kekerasan dalam perjuangannya, bahkan terhadap sesama umat Hindu dari bagian lain negara itu. Tetapi begitu mereka memperoleh kekuatan politik di negara bagian mereka dan berubah menjadi partai nasional, mereka bersikap sebagai ujung tombak pembela agama Hindu/

Persekutuan

Pagi berikutnya, Raj mengunjungi kantor Shiv Sena setempat. Dia memperkenalkan dirinya dan menjelaskan masalah yang dia hadapi dengan tetangga Muslimnya. Dia diberitahu untuk tidak khawatir dan masalahnya akan beres. Kemudian pada hari itu, seorang kader aktivis Shiv Sena yang berpakaian serba putih muncul di luar rumah Raj. Mereka berjalan ke gerbang yang bermasalah, meruntuhkannya dari dinding, dan dengan tenang menunggu reaksi dari tetangga Raj.

Gencatan Senjata

Tetangganya Raj tidak lama datang menghampiri dengan gelisah, dan memprotes, meskipun sedikit gugup. Dia diberitahu bahwa konsekuensinya akan jauh lebih buruk jika dia mencoba memasang kembali gerbang tersebut. Tak lama kemudian, kerumunan pun berkumpul, dengan sekumpulan pemuda Muslim tampak siap berkelahi. Tetapi para tetua Muslim menenangkan mereka, karena mereka tahu situasinya dapat dengan mudah berubah menjadi kerusuhan massal skala penuh. Karena semua bangunan di kota itu sangat berdekatan, satu percikan api dapat menyebabkan seluruh kota terbakar. Selain karena kota itu terdiri atas 90% Muslim, orang-orang Muslimlah yang akan lebih banyak kehilangan, dan itulah yang diinginkan oleh Shiv Sena. Jadi para tetua menegosiasikan gencatan senjata dengan Shiv Sena, di mana gerbang di properti Raj dipindahkan. Setelah itu, Shiv Sena meninggalkan tempat kejadian, sesudah mencapai tujuan mereka.

Hasilnya

Raj melanjutkan hidupnya seperti sebelumnya dalam cara dia berinteraksi dengan tetangga, pelanggan, dan karyawan Muslimnya. Tetapi ada satu perubahan yang sangat signifikan. Apapun menyangkut kegiatan Shiv Sena, Raj tidak peduli untuk berpikir lagi apakah itu benar atau salah. Sekarang dia hanya secara buta mendukung mereka dengan dana dan hak pilihnya.

Gambaran Besar

Ketika kelompok mayoritas mulai menekan kelompok minoritas tanpa memperdulikan keadilan, kelompok minoritas mulai mengasosiasikan diri dengan sayap kanan, fanatik, ekstrimis, dan akhirnya gerakan teroris. Baik itu penembakan orang berkulit hitam yang sering terjadi oleh polisi berkulit putih di Amerika, atau pemboman Rusia di desa Chechen, atau kematian atas penduduk sipil sebagai akibat dari serangan-serang bom dari pesawat drone3, hasilnya adalah radikalisasi. Tingkat radikalisasi tergantung pada skala ketidakadilan dan berapa lama itu telah terjadi.

Menghindari Radikalisasi

Tidak ada solusi yang mudah dan jika ada, lebih akan merupakan latihan pencegahan. Dalam kasus Raj, jika pihak berwajib yang ditemuinya tidak memihak salah satu sisi, ia mungkin tidak akan pernah bertemu dengan Shiv Sena. Untungnya dalam kasus ini, hasilnya tidak lepas kendali. Tetapi hanya satu tindak kekerasan yang diperlukan untuk cerita itu berbelok menjadi berakhir dalam tragis.

Hidup Dalam Tong Mesiu

Jika saya dalam posisi Raj, saya kemungkinan besar akan melakukan apa yang dia lakukan. Dan itu berlaku untuk skenario serupa hampir di semua tempat di dunia saat ini. Saat ini, orang-orang dari berbagai agama, etnis, kebangsaan, dan warna kulit, semuanya hidup bersama dengan bertoleransi atas perbedaan mereka dalam suatu aksi sulap yang luar biasa. Tapi itu bisa dengan mudah lenyap karena kejadian yang tidak disengaja maupun disengaja.

Semakin cepat kita memahami hal ini, dan semakin cepat kita mengambil tindakan pencegahan, semakin baik peluang kita untuk masa depan yang damai.

1 Arti Petrodolar adalah istilah untuk mata uang dari negara yang pemasukannya didapat cadangan moneter yang berlimpah dalam bentuk dolar sebagai hasil penjualan minyak ke luar negeri.

2 Arti Purdah adalah praktik keagamaan dan sosial yang mengharuskan pemisahan perempuan dari laki-laki di tempat umum.

3 Arti Drone adalah mesin terbang yang dikendalikan jarak jauh oleh pilot atau mampu untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa pilot dengan bantuan artificial intelligence.

Sumber: http://bit.ly/2U3Fi36