Strategi Marketing Sukses Kampanye Trump

Strategi marketing yang digunakan semasa kampanye Presiden Trump untuk memikat hati para pemilih

Strategi Marketing Sukses Kampanye Trump

Setelah 2 tahun berkuasa, tidak banyak hal-hal hebat yang dilakukan oleh Presiden Trump, kecuali perjalanannya itu sendiri untuk menjadi presiden. Mulai dari government shutdown yang terlama sepanjang sejarah, undang-undang kontroversi yang didasari oleh rasialisme, juga dari banyaknya anak buahnya yang tidak menyukai gaya kepimpinan Trump.

Karena itu strategi marketing yang dipakai oleh Trump selama masa kampanye presiden yang membuatnya terpilih itu sangat efektif dan pasti dipelajari untuk dipakai oleh kandidat-kandidat presiden lain di negara-negara lain, tidak tertutup kemungkinan juga dipakai di pilpres Indonesia.

1. Melakukan apa yang sudah terbukti berhasil

Mempelajari apa saja yang membuat presiden sebelumnya berhasil itu adalah hal penting pertama yang paling masuk akal. Rentang waktu yang tidak terlalu jauh mengindikasikan bahwa rentang umur pemilih tidak terlalu berbeda sehingga pemilihan topik untuk diangkat sebagai isu menjadi lebih jelas

Tim sukses Trump mempelajari gaya kampanye Obama (Presiden AS sebelumnya) dan mengikuti bagaimana caranya untuk menjadi sukses: yaitu langsung berbicara kepada rakyat Amerika. Hal itu dapat direalisasikan melalui teknologi modern seperti sosial media

2. Menjadi sosok yang terjangkau

Rambut Trump selalu menjadi bahan perbincangan di media. Apakah itu wig? atau itu hanya gaya tersendiri milik Trump yang berbeda dengan yang lainnya? Pertanyaan tersebut telah beredar di media selama bertahun-tahun lamanya tanpa terjawab.

Lalu di sebuat acara Tonight Show, sang pembawa acara bertanya kepada Trump mengenai hal itu, pertanyaan yang selalu berada di kepala setiap warga Amerika, dan meminta permisinya untuk memegang rambut Trump. Setelah berbincang-bincang lebih lanjut, yang pasti sudah di script, Trump menyetujuinya dan mempersilahkan pembawa acaranya untuk memegang rambutnya.

Hal tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi apa yang Trump perbuat itu sangat pintar karena ia telah membuat dirinya terlihat terjangkau oleh ke orang-orang sehingga posisinya tidak berkesan berada jauh di atas orang biasa. Kemampuan untuk memposisikan diri seperti itu adalah sesuatu yang diinginkan oleh kebanyakan politisi.

3. Ketahui apa yang bisa menjadi pemicu

Perekonomian yang lesu di periode antara dua presiden, Trump tahu untuk memenangkan nominasi dari Partai Republik dan meluluhkan hati para Demokrat, ia harus hit the konservatif core

Slogan "Make America Great Again" atau "Buat Amerika Hebat Kembali" adalah konsep marketing dimana banyak orang bisa mengerti dan mendukung karena slogan itu membujuk Amerika untuk mengembalikan kekuatan ekonominya seperti ketika industri-industri di Amerika dalam masa kejayaannnya

Dengan slogan yang mudah dimengerti dan gampang diulang, penggunaannya dalam kampanye susah untuk ditolak atau didebat bahkan oleh orang-orang yang tidak mendukung Trump. Dalam kampanye marketing sangat penting memiliki tujuan yang jelas, karena jika tidak, akan membuat bingung target audiens yang dituju dan membuahkan hasil yang jelek

4. Bikin pertentangan

Donald Trump adalah orang yang tegas dalam pembawaannya dalam menyampaikan pidato dalam kampanye pemilihan presiden. Ia akan mengatakan apa yang dia rasakan dan tidak menarik lagi perkataan tersebut. Dia suka mngambil sisi yang kadang sulit dan kontroversial dalam berbagai macam isu. Hal tersebut mengundang publik mau tidak mau berpihak dengan dia.

Menjadi kontroversial juga akan membuat banyak orang untuk berpendapat mengenai dirinya dan hal itu akan meningkatkan banyak perhatian ke dirinya, karena semua orang suka mengeluarkan pendapatnya, berdiskusi, dan berdebat.

5. Publisitas

Salah satu kebijakan Trump adalah tidak ada publisitas yang buruk. Mau itu ketika dia sedang membela diri atau berkomentar mengenai suatu peristiwa, Trump tahu bahwa liputan dari media akan dilihat dan didengar oleh banyak orang. Setelah dia mendapatkan perhatian, tim persnya akan bertugas untuk membantunya mengolah berita tersebut agar menjadi relevan di mata publik.

Sumber: https://medium.com/@jslate87/what-donald-trumps-presidential-campaign-can-teach-us-about-marketing-e3c1c1a8856d